BANNER KABUPATEN LUWU

MIO Indonesia Bakal Gelar Munas Pertama, Prayogie: Pengurus Harus Visioner, Konstruktif dan Berintegritas 

Wujudkan Semangat Demokrasi, MIO Indonesia Bakal Gelar Munas Pertama, Prayogie: Pengurus Harus Visioner, Konstruktif dan Berintegritas 
Wujudkan Semangat Demokrasi, MIO Indonesia Bakal Gelar Munas Pertama, Prayogie: Pengurus Harus Visioner, Konstruktif dan Berintegritas

Laporan : Andi Samsu Alam

Jakarta, Libasnews.co.id-

Menapak 3 tahun pendirian organisasi Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MIO Indonesia bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan November 2022 mendatang. 

Demikian diungkapkan Ketua Umum AYS. Prayogie, Via WhatsApp kepada Redaksi Lensa Cyber Indonesia,  Kamis (8/9/22). 

Untuk diketahui bahwa MIO Indonesia,  merupakan salah satu organisasi Media berbasis digital online yang dideklarasikan ditengah masa pandemi Covid-19 oleh sejumlah tokoh profesional pada tanggal 10 November 2020 silam, yang kemudian menempatkan AYS Prayogie sebagai sebagai Ketua Umum pertama dalam sejarah pendirian MIO Indonesia. 

Sebagai organisasi berskala nasional, dalam eksisitensinya mengemban misi dibalik tantangan peradaban global digital, Prayogie yang dikenal sebagai sosok humanis, senantiasa mengedepankan pendekatan rasionalitas dibalik hubungan emosional secara profesional dan terukur. 

Prayogie,  dalam kapasitasnya sebagai nahkoda, sebagai sosok aktivis yang telah malang melintang dalam dunia organisasi, dengan berbekal pengalaman dari berbagai latar belakang, kemudian menjadi modal utama dalam mengemban misi besar untuk mewujudkan tujuan organisasi. 

Menurut Prayogie, Salah satunya adalah mewujudkan MIO Indonesia sebagai salah Organisasi Visioner, yang memiliki sikap konsisten, dan berintegritas, yang diharapkan dapat senantiasa menampilkan inovasi hasil pemikiran yang konstruktif dalam rangka mengemban misi pembinaan Perusahaan Media, sebagai janin terlahirnya embrio jurnalis yang profesional dan berintegritas. 

Hal yang tatkala pentingnya kata Prayogie, Pengurus MIO Indonesia harus mampu membangun sinergitas dengan seluruh stakeholder, mulai dari pusat hingga ke-daerah, dan senantiasa mengedepankan sikap humanis. 

Pernyataan Prayogie yang merupakan salah wartawan senior, Alumni Dialog Kebangsaan Kalangan Media Angkatan II Lemhanas RI Tahun 2014 itu, bukan sebatas isapan jempol belaka. 

Hal itu terlihat dalam kepemimpinannya selama kurung waktu 2 tahun, telah mampu membentangkan sayap dan membentuk 18 pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) definitif di 18 Provinsi dari jumlah 37 Provinsi di seluruh Indonesia, dan 79 Dewan Pimpinan Daerah ditingkat Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. 

Pencapaian target tidak terlepas dari kepiawaian Prayogie dalam memanfaatkan sel (jaringan) sosial yang telah terjalin secara emosional jauh sebelumnya. 

Selain pencapaian target pembentukan pengurus, MIO Indonesia dibawah kepemimpinan Prayogie, tercatat  ratusan perusahaan Media Online yang telah memilih bernaun dibawah Organisasi MIO Indonesia. 

Atas pencapaian target tersebut, menurut Prayogie, sudah saatnya dilakukan evaluasi internal kepengurusan, guna lebih menguatkan struktur organisasi dalam rangka efektifitas ruang gerak Organisasi melalui kegiatan akbar yang dikemas dalam nomenclature Musyawarah Nasional (Munas) sebagai pengejawantahan amanat konstitusi Organisasi yang lebih dikenal dengan sebutan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). 

Lanjut Prayogie, Penyelenggaraan Munas Ke-1 MIO, selain untuk menjalankan amanah organisasi. Munas juga dijadikan ajang  evaluasi  capaian kinerja dan program kerja yang  pengurus pusat  selaku eksekutif. 

“Demi menjalankan organisasi yang harus taat dan patuh akan AD/ART, saya selaku Ketua Umum beserta seluruh jajaran Pengurus Pusat MIO, segera akan menggelar Musyawarah Nasional Ke-1 pada bulan November 2022 mendatang,” ujar Prayogie di Sekretariat MIO, kawasan Cempaka Putih, Kamis, 8/9/2022 

Disisi lain, Prayogie berharap penyelenggaraan Munas Pertama tersebut seyogyanya dapat dijadikan momentum oleh semua pihak, khususnya bagi para kandidat yang akan maju mencalonkan diri di Munas nantinya, agar mempesiapkan diri dan tetap normatif berkompetisi secara sehat, untuk perebutan kursi ketua umum MIO Indonesia pada Munas Pertama yang bakal digelar. 

“Oleh karena itu, sebaiknya pada Munas ini dapat dijadikan sebagai moment penyaluran hak demokrasi, untuk mengaktualisasikan semua gagasan, ide, pemikiran serta rencana-rencana brilliant yang dimiliki para kandidat, guna membangun MIO kearah yang baik lagi”, ujar Prayogie 

Namun dibalik semua itu, Prayogie menekankan,  dalam upaya mengejawantahkan berbagai gagasan,  tentunya harus menggunakan saluran mekanisme yang konstitusional 

“Untuk lebih membesarkan organisasi MIO yang kita banggakan ini, saya selaku Ketua Umum mengajak kepada seluruh Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah serta kepada Pengurus Daerah, dapat kiranya memberikan support semaksimal mungkin demi suksesnya acara munas nanti,” pungkasnya. 

Diujung WhatsApp Prayogie berharap,  MIO Indonesia nantinya mampu menjadi salah satu wadah Perusahaan Media Online yang kredible, dan dapat menjadi salah satu organisasi konstituen Dewan Pers yang berintegritas, Visioner dan inovatif. 

 _Dewan Pakar dalam perspektif Responsibility_ 

Terkait rencana Munas Pertama MIO Indonesia, Ketua Dewan Pakar MIO Taufiq Rachman SH, S.Sos, saat dimintai tanggapannya menyatakan sikap apresiasinya terhadap pencanangan kegiatan Munas pertama MIO Indonesia, sebagai wujud kepatuhan terhadap AD/ART organisasi.

“Sesuai amanat akta pendirian, pengurus yang sekarang ini, sejak deklarasi MIO, diberi waktu paling lama 3 tahun untuk melaksanakan Munas. Alhamdulilah pada 10 Nopember 2022 nanti, MIO sudah dapat merealisasikan acara Munas tersebut,” ujarnya Kamis 8/9/22 di Caffe MIO, kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, lanjut tokoh pers nasional dan mantan Ketum IPJI itu menyebut, Munas akan mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan Ketua Umum dan jajarannya  selaku eksekutif yang menjalankan organisasi. 

“Oleh karenanya Munas juga akan memilih dan menetapkan  Ketua Umum dan pengurus pusat periode 5 tahun ke depan sesuai AD ART.  Nantinya keputusan Munas 1, akan dinotariatkan dan dilaporkan ke Kemkumham RI”, tandas Taufiq. 

Taufiq dalam pandangannya menyatakan, bahwa, Munas adalah forum tertinggi organisasi, yang berwenang menyempurnakan AD/ART, membuat program kerja, dan mengesahkan kepengurusan pusat. 

Dalam rangkaian perbincangan seputar Munas MIO Indonesia tersebut, Taufiq juga menyatakan, akan segera mengkomunikasikan rencana Munas ini kesemua jajaran dewan pembina, dewan penasehat, serta dewan pakar MIO Indonesia. 

“Dari jaringan yang dimiliki MIO tersebut, kami berharap bisa menghadirkan perwakilan pemerintah, Menkominfo dan petinggi Dewan Pers dalam gelaran Munas nanti,” tutupnya. 

 _Dewan Pembina MIO dalam Pandangan Munas Ke-1 MIO Indonesia_ 

Masih dalam konteks wacana Munas MIO Indonesia. Terkait rencana yang sekaligus menjadi hajatan besar seluruh komponen pengurus MIO Indonesia, Mayjen (Pur) H Asep Kuswani SH, SMi (Han), dalam kapasitasnya sebagai salah satu Dewan Pembina Organisasi,  saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadinya, juga memberikan apresiasinya atas rencana penyelenggaraan Munas itu. 

 

“Itu berarti DPP patuh pada AD/ART organisasi,” ujar Mayjen (Pur) H Asep Kuswani SH, SMi  (Han) yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat. 

 

Dalam narasi diujung WhatsApp, Purnawirawan bintang dua, H Asep Kuswani menyebutkan, MIO yang lahir di tengah pandemi, dalam perjalanannya menapak 3 tahun, disaat pandemipun juga tetap eksis melantik dan membentuk kepengurusan didaerah daerah. 

 

“Oleh karena pandemi hampir usai, setahun kedepan MIO harus hadir diseluruh Indonesia”, tegasnya. 

 

Dibalik pesta demokrasi MIO Indonesia, Han kembali menitipkan harapan, agar Munas ke-1 MIO yang bakal dilaksanakan, dapat berjalan sebagaimana mestinya,

dan apapun hasil yang diputuskan dalam Munas itu, harus dihormati oleh semua pihak, karena putusan yang tersebut terlahir melalui rahim Munas, dan memiliki legitimasi yang mengikat. 

 

“Saya berharap Usai penyelenggaraan Munas ini, MIO harus menjadi organisasi pers berbasis online yang terdepan. Oleh karenanya diharapkan seluruh pengurus beserta jajaran, dan simpatisan dapat bersinergi dan tetap solid dalam mengemban amanah organisasi, sesuai amanat AD/ART,” tandasnya.

ARTIKEL TERKAIT
Visi - Misi RSUD Sawerigading Palopo